Pabrik Tesla Shanghai Megafactory akan Mulai Produksi Pada 11 Februari 2025

Yudhi Prasetiyo, Otowheel
- Kamis, 6 Februari 2025 | 08:54 WIB
Megafactory berfokus pada produksi baterai penyimpanan energi yang disebut Megapacks.  (Otowheel.id/Carnewschina)
Megafactory berfokus pada produksi baterai penyimpanan energi yang disebut Megapacks. (Otowheel.id/Carnewschina)


Otowheel - Tesla Shanghai Megafactory akan memulai produksi massal pada 11 Februari 2025. Perusahaan Amerika itu membutuhkan waktu tujuh bulan untuk menyelesaikan pembangunan pabrik ini.

Dilansir Carnewschina, produksi uji cobanya dimulai pada akhir 2024. Pabrik ini merupakan proyek penyimpanan energi pertama Tesla di luar Amerika Serikat.

Tesla memulai pembangunan pabrik Megafactory pada bulan Mei 2024. Berbeda dengan Tesla Shanghai Gigafactory, Megafactory berfokus pada produksi baterai penyimpanan energi yang disebut Megapacks.

Baca Juga: Intip Performa Mercedes-AMG GT 63 SE 2025 dari Setiap Sudut

Tesla bermaksud memulai produksi massal solusi ini pada Q1 2025 dengan kapasitas produksi yang direncanakan sebesar 10.000 unit per tahun. Kapasitas penyimpanan energinya adalah 40 GWh.

Menurut Shanghai Securities News milik Xinhua, Shanghai Megafactory di distrik Lingang di Pudong, Shanghai, akan memulai produksi massal pada tanggal 11 Februari.

Pabrik tersebut akan meningkatkan kapasitasnya selama kuartal pertama. Pelanggan pertama Tesla Megafactory adalah Shanghai Lingang Economic Development Group. Perusahaan tersebut menandatangani pesanan pertama untuk penyimpanan energi Megapack pada bulan Mei tahun lalu.

Baca Juga: Mobil Listrik Ferrari Meluncur Oktober 2025, Ada Lima Model Lainnya Dikonfirmasi Hadir

Sistem penyimpanan energi merupakan bidang yang berkembang pesat di Tiongkok. Dalam skenario penggunaan utilitas, sistem ini membantu jaringan listrik beroperasi secara stabil sembari menggunakan energi hijau karena sistem penyimpanan energi sering kali bekerja dengan panel surya.

Perusahaan seperti BYD , Star Charge, CATL , GoodWe, dan perusahaan lain mengembangkan infrastruktur penyimpanan energi. Jadi, Tesla memiliki persaingan yang ketat di bidang ini karena bidang ini sudah cukup ramai di Tiongkok. Perlu disebutkan bahwa CATL dan BYD bertindak sebagai pemasok sel baterai untuk Megafactory.

Tesla Megapack dapat menyimpan lebih dari 3 MWh energi. Manfaat lain dari sistem ini adalah skalabilitas dan struktur modular. Menurut sumber tersebut, energi 3MWh cukup untuk memberi daya pada 3.600 rumah di Shanghai selama satu jam. Ini akan membantu mencegah pemadaman listrik.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudhi Prasetiyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X