berita-otomotif

Adira Finance Kaji Ulang Aturan Kredit EV, Incar Konsumen Milenial dan Gen Z

Kamis, 7 Agustus 2025 | 09:26 WIB
BYD punya garansi Baterai 8 tahun. (Otowheel.id/Yudhi P)



Otowheel - Adira Finance saat ini sedang mengkaji ulang regulasi pembiayaan mobil listrik (BEV). Sebelumnya, Adira Finance memiliki aturan bahwa kredit BEV hanya diberikan sebagai kepemilikan mobil kedua.

Kebijakan ini sedang dievaluasi karena adanya pergeseran tren konsumen. Munculnya banyak model BEV dengan harga terjangkau (sekitar Rp200 jutaan), seperti BYD Atto 1 dan Wuling Air EV, membuat segmen pasar mobil listrik tidak lagi terbatas pada kalangan menengah ke atas.

Perusahaan melihat adanya potensi besar pada konsumen dari kalangan Gen Z dan milenial yang merupakan first jobber dan first car buyer. Oleh karena itu, Adira Finance berencana menyesuaikan kebijakannya untuk memenuhi kebutuhan pasar yang baru ini.

Baca Juga: Kabar Baik di Tengah Pasar Lesu: Ekspor Mobil Indonesia Naik di Semester I 2025

Ahmad Fauzi, Head of Branch SSD Adira Finance, menyatakan bahwa saat ini Adira Finance memiliki regulasi yang mewajibkan konsumen sudah memiliki mobil lain sebelum mengajukan kredit mobil listrik.

Namun, aturan tersebut sedang dievaluasi ulang seiring dengan munculnya model-model EV yang lebih terjangkau.

Menurut Ahmad Fauzi dari Adira Finance, kebijakan pembiayaan kendaraan listrik saat ini sedang ditinjau kembali. Sebelumnya, Adira Finance menetapkan syarat bahwa mobil listrik harus menjadi mobil kedua bagi debitur, tetapi hal ini mungkin berubah karena banyaknya mobil EV murah yang kini tersedia.

Baca Juga: Chery Raih Sukses Besar di GIIAS 2025, Lampaui Target dengan 2.153 SPK

Kebijakan Adira Finance terkait kredit mobil listrik, yang sebelumnya mengharuskan debitur sudah memiliki mobil lain, kini sedang dikaji ulang. Hal ini disampaikan oleh Ahmad Fauzi, mengingat munculnya mobil listrik terjangkau yang menyasar segmen pasar baru.***

Tags

Terkini