berita-otomotif

Tembus 1 Juta Unit, Toyota Dominasi Daftar Recall di AS Selama 2026

Selasa, 7 April 2026 | 10:22 WIB
Logo Toyota. (Dok. Toyota)

Otowheel.id - Memasuki kuartal kedua tahun 2026, raksasa otomotif asal Jepang, Toyota, mencatatkan angka penarikan kembali (recall) yang cukup signifikan di pasar Amerika Serikat.

Berdasarkan data terbaru, produsen "Negeri Matahari Terbit" ini telah mengumumkan 9 kampanye perbaikan massal yang melibatkan total 1.024.794 unit kendaraan.

Mengutip laporan dari Motor1, lonjakan angka ini didominasi oleh kasus terbaru yang melibatkan Toyota Highlander.

Baca Juga: Amerika Tutup Celah Bagi Ekspansi Mobil Listrik asal Cina

Sebanyak 550.000 unit SUV populer tersebut harus dibawa ke bengkel resmi akibat cacat pada mekanisme kursi baris kedua.

Masalahnya cukup krusial, kursi tersebut berisiko tidak terkunci dengan sempurna setelah dilakukan penyetelan posisi.

Selain kasus Highlander, Toyota juga menghadapi dua kendala besar lainnya yang mencakup lebih dari 100.000 unit kendaraan, yaitu:

-Toyota Prius (±150.000 Unit): Ditemukan adanya risiko pintu penumpang bagian belakang yang dapat terbuka secara tiba-tiba saat mobil sedang melaju.

Baca Juga: VinFast Patenkan Desain SUV 7-Seater Misterius di Indonesia

-Toyota Tundra (Model 2024-2025): Terjadi malfungsi pada sistem elektronik yang menyebabkan gambar pada kamera mundur gagal muncul di layar monitor.

Menariknya, tidak semua recall melibatkan ribuan unit mobil utuh. Penarikan terkecil Toyota tahun ini justru menyasar komponen suku cadang.

Perusahaan menarik 79 unit lampu depan yang secara tidak sengaja terdistribusi ke pasar AS. Komponen ini sebenarnya tidak dirancang untuk regulasi Amerika, namun sempat terpasang pada mobil listrik mereka, bZ4X.

Meski angka satu juta unit terdengar fantastis, Toyota ternyata bukan pemimpin daftar penarikan terbanyak di Negeri Paman Sam.

Sepanjang tahun 2026, Toyota berada di posisi ketiga dalam hal volume unit yang ditarik, berada di bawah bayang-bayang General Motors (GM) dan Ford Motor Company yang menempati peringkat teratas.***

Tags

Terkini