Otowheel - Saham Nissan anjlok dan telah memutuskan untuk menarik diri dari pembicaraan rencana merger dengan Honda, yang rencananya akan diumumkan pada Januari 2025 lalu.
Mundurnya pengumuman merger ini, karena produsen mobil terbesar kedua dan ketiga asal Negeri Matahari Terbit ini masih membahas poin-poin penting dari penggabungan dua perusahaan tersebut.
Honda dan Nissan memang pada konferensi bulan lalu telah sepakat, untuk memulai pembicaraan mengenai penggabungan di bawah perusahaan induk pada 2026. Namun, masing-masing perusahaan akan beroperasi dengan mereknya sendiri.
Baca Juga: Pabrik Tesla Shanghai Megafactory akan Mulai Produksi Pada 11 Februari 2025
Dilansir Japantoday, saham Nissan turun 4,8 persen. Namun, saham Honda melonjak 12 persen.
Bursa Efek Tokyo kemudian menghentikan perdagangan saham Nissan, dengan mengatakan bahwa konfirmasi keaslian laporan media terkait pembatalan merger tersebut diperlukan.
Nissan dan Honda sepakat pada bulan Desember untuk memulai diskusi tentang penggabungan kekuatan guna menciptakan produsen mobil terbesar ketiga di dunia, yang dilihat sebagai upaya untuk mengejar Tesla dan perusahaan kendaraan listrik China.
Kepala Eksekutif Honda, Toshihiro Mibe saat itu mengatakan bahwa Honda ingin Nissan yang sedang berjuang untuk membuat kemajuan yang stabil dalam restrukturisasi sebagai prasyarat merger.
Baca Juga: Intip Performa Mercedes-AMG GT 63 SE 2025 dari Setiap Sudut
Pengeluaran konsumen yang lesu dan persaingan yang ketat di beberapa pasar membuat kehidupan banyak produsen mobil menjadi sulit.
Bisnis menjadi sangat sulit bagi merek-merek asing di Tiongkok, di mana produsen kendaraan listrik seperti BYD memimpin karena meningkatnya permintaan untuk kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan bebas polusi ini.
China menyalip Jepang sebagai pengekspor kendaraan terbesar tahun lalu, dibantu oleh dukungan pemerintah untuk kendaraan listrik.
Honda dan Nissan merupakan produsen mobil nomor dua dan tiga di Jepang setelah Toyota.
Baca Juga: Mobil Listrik Ferrari Meluncur Oktober 2025, Ada Lima Model Lainnya Dikonfirmasi Hadir
Artikel Terkait
Pabrik BYD di Indonesia Diapstikan Selesai Akhir 2025
Tips Aman Berkendara untuk Mobil Listrik di Musim Hujan
SIM Keliling Cimahi Minggu ini, Senin-Sabtu 3-8 Februari 2025
Mobil Minicar Honda N-BOX Laris Manis di Jepang