Ambisi Tiongkok, Jual 15,5 Juta Kendaraan Listrik pada 2025

Yudhi Prasetiyo, Otowheel
- Selasa, 16 September 2025 | 08:56 WIB
Mobil Listrik Seres E1 resmi mulai diproduksi di Cikande, Serang, Banten. (Otowheel.id/Dok. DFSK)
Mobil Listrik Seres E1 resmi mulai diproduksi di Cikande, Serang, Banten. (Otowheel.id/Dok. DFSK)



Otowheel - Tiongkok menetapkan target yang sangat ambisius untuk industri otomotifnya pada tahun 2025.

Menurut rencana stabilisasi pertumbuhan yang disusun oleh delapan kementerian, termasuk Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT), negara ini menargetkan penjualan total mobil mencapai 32,3 juta unit, meningkat 3% dari tahun sebelumnya.

Fokus utama dari target ini adalah kendaraan energi baru (NEV), yang mencakup mobil listrik murni, hibrida plug-in, dan kendaraan sel bahan bakar. Pemerintah Tiongkok berambisi menjual 15,5 juta unit NEV pada 2025.

Jika target ini tercapai, artinya hampir separuh dari seluruh mobil yang terjual di Tiongkok adalah kendaraan listrik. Angka ini menandakan pertumbuhan sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Insentif Berakhir, Harga Mobil Listrik Impor Diprediksi Melonjak Tajam

Hingga Agustus 2025, data dari China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) menunjukkan bahwa Tiongkok telah menjual 9,59 juta unit NEV, menunjukkan lonjakan 36,37% dari tahun ke tahun.

Sementara itu, total penjualan kendaraan mencapai 21,1 juta unit, naik 12,46% dari periode yang sama tahun lalu. Tingkat penetrasi NEV saat ini sudah mencapai sekitar 45%.

Meski demikian, pemerintah menyadari adanya berbagai tantangan. Dalam dokumen kebijakan, disebutkan bahwa kondisi eksternal semakin kompleks.

Unilateralisme dan proteksionisme global terus mengganggu stabilitas rantai pasokan.

Secara domestik, pemulihan ekonomi masih rentan, permintaan pasar belum sepenuhnya pulih, dan persaingan yang tidak sehat menjadi hambatan serius.

Baca Juga: MG Tambah Jaringan Dealer 3S di Yogyakarta dan Sukabumi

Untuk mengatasi tantangan ini dan mencapai target yang dicanangkan, pemerintah Tiongkok berencana mengambil beberapa langkah strategis. Mereka akan mempercepat elektrifikasi di sektor transportasi publik, mendorong lebih banyak masyarakat untuk membeli mobil, meningkatkan infrastruktur pengisian daya, dan memperbaiki regulasi industri.

Tahun 2025 akan menjadi momen krusial bagi Tiongkok dalam transisi menuju mobilitas yang lebih hijau. Keberhasilan dalam mencapai target penjualan NEV akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dan industri untuk mengatasi hambatan domestik maupun global.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudhi Prasetiyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X